Bebas Oleh Kebenaran

Rabu, 20 Agustus 2008

 

Bacaan: Yohanes 8:30-36

8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

 

8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku

 

8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

 

8:33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

 

8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.

 

8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.

 

8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

 

 

Bebas Oleh Kebenaran

 

Banyak orang terkadang “putus asa” menjalani hidup berimannya. Perbuatan-perbuatan yang berlawanan dengan kehendak Allah terus dilakukan. Dalam hati tidak ingin melakukan, tetapi nyatanya berkali-kali masih berulang. Berulang kali berjanji, tetapi terus gagal. Bahkan ada orang yang marah pada diri sendiri karena terus jatuh dalam lubang yang sama dengan mengulangi dosa yang sama. Dan akhirnya menjadi budak dosa selamanya.

 

Hari ini firman Tuhan mengingatkan bahwa sesungguhnya dengan keadaan demikian, kita tidak usah putus asa, apalagi terus menyalahkan diri. Tuhan Yesus memberikan solusi. “Tetap dalam firman-Ku (ayat 31). Istilah “tetap” berarti setiap saat, selalu-bukan kadang-kadang, dalam setiap aspek hidup kita. Jika firman Tuhan menguasai mulut, tentu perkataan kita akan terkontrol. Jika firman Tuhan menguasai kepala, pasti pikiran kita selalu tertuju kepada Yesus. Jika firman menguasai langkah, pasti kita tidak akan berjalan ke tempat yang berdosa. Pada saat itulah, kebenaran itu akan memerdekakan kita, karena sekalipun kita bukan keturunan hamba tetapi saat kita masih melakukan dosa maka kita adalah hamba dosa (ayat 34).

 

Kita perlu terus menerus berjuang melawan dosa. Jangan menyerah. Untuk itu, kita perlu selalu dekat dengan firman-Nya. Betul, kita tidak akan seketika menjadi manusia suci tanpa cela, tetapi firman Tuhan akan mengingatkan dan menolong tetap berjalan di jalur yang benar. Hidupilah firman-Nya, akrabi, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita-MZ  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: