Kemurahan Hati Radikal

Sabtu, 2 Agustus 2008

 

Bacaan : 1 Timotius 6:7-19

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

 

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

 

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

 

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

 

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

 

6:13. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

 

6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,

 

6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

 

6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

 

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

 

6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi

 

6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

 

 

Kemurahan Hati Radikal

 

Cindy Kienow, seorang pegawai restoran terkenal di Hutchinson, Kansas, sedang menunggu salah satu pelanggan tetapnya selama tiga tahun. Ia selalu memberi tip yang besar kepada Cindy, bahkan kadang sampai setengah dari uang yang ia belanjakan di situ. Suatu hari, ia melakukan hal yang tidak lumrah, yaitu memberi Cindy tip sebanyak 90 juta rupiah ketka ia membeli mkanan seharga Rp.234.000,-. Ia berkata kepada Cindy,”Ketahuilah ini bukan lelucon.” Sungguh radikal kemurahan hati yang ditunjukkan orang ini.

 

Paulus menasihati Timotius supaya ia mendorong orang-orang kaya dalam jemaatnya untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal (1 Timotius 6:18). Timotius melayani di sebuah kota yang makmur, yakni Efesus, yang sebagian jemaatnya adalah orang kaya.

 

Beberapa di antara orang-orang kaya itu tak memahami tanggung jawab mereka terhadap kerajaan Allah. Jadi, Paulus menantang Timotius supaya ia memperingatkan mereka bahwa kekayaan yang banyak menuntut tanggung jawab yang besar pula. Termasuk untuk menjadi rendah hati, untuk mengandalkan Allah  dan tidak mengandalkan kekayaan, dan menggunakan uang untuk melakukan kebaikan. Cara mereka mengurus keuangan akan mencerminkan sikap hati mereka.

 

Walaupun kita tidak kaya, Allah juga memanggil kita untuk menunjukkan kemurahan hati yang radikal. Kita bisa membagikan sesuatu yang kita miliki dan banyak melakukan kebaikan. Jika kita bisa bermurah hati dalam masalah keuangan, kita akan lebih bisa bermurah hati dalam bidang lain yang berkaitan dengan umat Tuhan dan pekerjaan-Nya. MLW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: