Pelita Kaki

Selasa, 15 Juli 2008

 

Bacaan : Mazmur 119:9-16

119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

119:10. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:11. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

119:12. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

 

119:13. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.

119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

 

Pelita Kaki

Mazmur 119 adalah mazmur yang paling panjang. Lembaga Alkitab Indonesia memberinya judul “Bahagianya Orang yang Hidup Menurut Taurat Tuhan”. Kata Taurat di sini harus dipahami secara luas; bukan hanya Kitab Musa, tetapi juga seluruh wahyu dan pernyataan Tuhan yag menjadi penuntun kepada keselamatan. Setelah masa pembuangan, kata Taurat memang tidak lagi hanya menunjuk kepada Kitab Musa. Bacaan kita merupakan “bait” kedua dalam Mazmur ini. Diawali dengan pertanyaan retois: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?”

Sejak dulu orang menyadari peran penting kaum muda dalam kehidupan sosial. Penting bukan saja karena secara alamiah kaum muda memiliki “energi” dan idealisme sangat besar. Namun, penting juga diperhatikan karena dari sisi “kematangan”, mereka bisa dikatakan belum banyak makan “asam garam”, sehingga mudah gamang, mudah “terprovokasi”, dan sangat rentan dengan kesalahan menentukan sikap.

Supaya kaum muda dapat menyalurkan “energi” dan idealismenya secara bijak dna mengambil keputusan secara bijak, maka perlu ada patokan yang bisa menjadi teladan pegangan. Patokan yang kokoh ini adalah firman Tuhan. Di dalam firman Tuhan ada nasihat, ketetapan, teguran, panduan dan ajaran untuk melangkah secara benar, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Karena itu, penting sekali bagi kaum muda untuk mengakrabkan diri dengan firman Tuhan. Tanpa firman Tuhan seseorang bagai bepergian ke hutan belantara tanpa membawa peta perjalanan. Ia bisa tersesat. Bahkan celaka-AYA

 

Jangan lupa ya.. bawa & gunakan “peta kehidupanmu”. J 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: