Nikmatilah kopinya …

Selasa, 24 Juni 2008

 

Lukas 12:23

Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan

tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

 

 

Nikmatilah Kopinya…

 

Tak jarang kita menggerutu dan menyesali keadaan. Begitu banyak segi kehidupan yang membuat kita merasa tidak puas dan akhirnya melupakan pemberian Tuhan yang sangat berharga, yaitu kehidupan itu sendiri. Cerita berikut ini memberikan pelajaran penting agar kita tidak terlalu mempersoalkan cara Tuhan “mengemas” kehidupan masing-masing orang.

          Suatu hari beberapa alumni University California Berkeley yang sudah bekerja dan mapan dalam karier, mendatangi profesor kampus mereka yang kini sudah lanjut usia. Mereka membicarakan banyak hal menyangkut pekerjaan dan akhirnya mengungkapkan keluhan serta protes terhadap pekerjaan kehidupan mereka.

Sang profesor lalu ke dapur dan kembali dengan membawa seteko kopi panas. Di sebuah nampan ia membawa bermacam-macam cangkir. Beberapa cangkir tampak indah dan mahal, tetapi ada juga yang bentuknya biasa-biasa dann terbuat dari bahan yang murah. “Silahkan masing-masing mengambil cangkir dan menuang kopinya sendiri,” sang profesor mempersilahkan tamu-tamunya. Setelah masing-masing sudah memegang cangkir berisi kopi, profesor itu berkata, “Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir-cangkir yang bagus dan yang tertinggal kini hanya cangkir murah dan tidak begitu menarik. Memilih yang terbaik adalah hal yang normal. Tetapi sebenarnya justru disitulah persoalannya. Ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian menjadi terganggu. Kalian mulai melihat cangkir yang dipegang orang lain dan membandingkannya dengan cangkir yang kalian pegang. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian ingin nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.

Sesungguhnya kopi itu adalah kehidupan kita, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, uang dan posisi yang kita miliki. Jangan pernah membiarkan cangkir yang hanya merupakan wadah dari kopi tersebut mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Pekerjaan, jabatan dan status kita di dalam pekerjaan atau di masyarakat hanya merupakan “wadah” yang seharusnya tidak mempengaruhi kualitas hidup kita. Orang boleh saja menaruh kopi di dalam cangkir kristal yang mahal dan indah,  tetapi belum tentu mereka dapat merasakan nikmati dari kopi tersebut. Artinya, ada sebagian orang yang menurut penglihatan jasmaniah kita begitu beruntung dan berbahagia, tetapi belum tentu mereka dapat menikmati indahnya karunia kehidupan yang diberikan Tuhan.

Mari kita belajar menghargai dan mensyukuri hidup ini bagaimanapun cara Tuhan “mengemas?nya untuk masing-masing kita. Yang penting bagaimana kita menyikapi anugerah kehidupan dan mengisinya dengan hal-hal yang benar dan positif.

 

Dikutip dalam Manna Sorgawi Juni 2008.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: