Hukum Pengorbanan

Senin, 23 Juni 2008

 

Keluaran 34:28

34:28. Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

 

Keluaran 32:30-32

32:30. Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.”

32:31 Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: “Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.

32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu–dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”

 

 

Hukum Pengorbanan

 

Dewasa ini banyak pengajaran yang menekankan kepemimpinan yang berhati hamba, yang menuntut pengorbanan demi satu kemajuan dan kepentingan bersama. Tapi pada kenyataannya masih banyak orang Kristen yang duduk di kursi kepemimpinan, yang mrmperlihatkan sikap sebagai pemimpin yang tidak mau berkorban. Ketika dituntut untuk berkorban, ada-ada saja dalih yang mereka kemukakan karena mereka hanya mengharapkan akan meraup keuntungan belaka demi diri sendiri.

          Dalam buku “21 Hukum Tak Terbantahkan Dalam Kepemimpinan”, John Maxwell mengajarkan bahwa seorang pemimpin yang sejati seharusnya mengikatkan diri kepada “Hukum Pengorbanan”. Dalam buku itu Maxwell memaparkan bagaimana Lee Iacocca berkorban untuk memulihkan keadaan Chrysler yang hampir gulung tikar. Lee Iacocca tahu bahwa ketika ia menerima tawaran untuk menjadi orang nomor satu di Chrysler, maka ia harus memeras otak., tenaga dan memberikan waktu lebih banyak. Hukum pengorbanan membuat Lee rela mendapatkan hanya separuh dari gaji yang ia terima ketika menjabat sebagai presiden di perusahaan Ford. Pengorbanan tak ternilai Lee Iacocca lainnya adalah: ia melepaskan kebersamaan yang biasanya ia nikmati bersama keluarga pada akhir pekan. Waktu yang tersisa itu ia gunakan untuk  memperbaiki manajemen, keuangan, metode-metode produksi, meningkatkan loyalitas karyawan yang sangat rendah dan menekan kerugian Chrysler. Lee Iacocca juga harus merendahkan dirinya untuk menghadap Kongres Amerika demi mendapatkan jaminan pinjaman yang sangat dibutuhkan oleh Chrysler, Parahnya,lewat media cetak Kongres Amerika mencela habis-habisan mencela dia dengan mengatakan bahwa perusahaan itu adalah contoh hidup dari segala yang keliru dari industri di Amerika. Dan puncak pengorbanan yang Lee Iacocca berikan adalah ia rela menerima gaji hanya satu dolar dalam setahun. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, Hukum Pengorbanan yang melekat dalam diri Lee Iacocca membuahkan hasil karena Lee Iacocca akhirnya mampu keluar dari krisis. Perusahaan itu sedikit demi sedikir tumbuh dan berhasil membayar hutang-hutangnya. Hari ini Chrysler termasuk dalam tiga besar penghasil mobil bermutu di Amerika Serikat dan Canada.

          Di Alkitab kita melihat Allah selalu memakai orang-orang yang rela berkorban, seperti Musa misalnya. Tatkala Allah memilih Musa menjadi pemimpin atas Israel, ia rela hidup di padang gurun, berlelah-lelah naik ke Gunung Sinai, berpuasa selama 40 hari 40 malam, dicaci, bahkan pernah merelakan namanya dihapus dari Kitab Kehidupan asalkan dosa umat Tuhan diampuni. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, Musa tidak berhenti berkorban sampai ajalnya tiba. Mungkin itulah salah satu alasan yang membuat Musa tetap berada di posisi puncak sampai akhir hayatnya. Rindukah Anda dipakai untuk menjadi pemimpin yang besar seperti Musa? Milikilah hati yang rela berkorban!

 

Dikutip dari Manna Sorgawi Edisi Juni 2008

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: