Hidup Kudus

Kamis, 8 Mei 2008

 

Bacaan: 1 Petrus 1:13-19

 

13: Sebab itu, siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus.

14: Hiduplah sebagai anak-anak yang tat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.

15: Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

16: sebab, ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

17: Dan jika kamu menyebutNya Bapa yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

18: Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yag fana, bukan pula dengan perak atau emas,

19: melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Hidup Kudus

 

Bayangkan ada dua gelas di hadapan Anda. Yang satu terbuat dari kristal dengan ukiran cantik. Mahal, tetapi dalamnya kotor dan berdebu. Yang satu lagi gelas plastik murahan, tetapi dicuci bersih. Jika Anda ingin minum, mana yang akan Anda dipakai? Saya yakin Anda akan memilih gelas yang murah, tetapi bersih! Gels semewah apa pun, jika di dalamnya kotor dan berdebu, menjadi tidak beguna.

Setiap anak Tuhan adalah “gelas kristal”. Kristus telah menebus kita dengan darah yang mahal, sehingga kita menjadi milik-Nya yang sangat berharga (ayat 18,19). Itu sebabnya Tuhan ingin sehingga kita menjadi alat-Nya, untuk menyalurkan “air hidup” kepada orang-orang di sekitar kita. Namun, itu akan terhalang jika kita tidak rajin membersihkan “debu” yang mengotori hati dan hidup kita.

Agar dpat dipakai Tuhan, kita hrus hidup dalam kekudusan. Tak membiarkan hawa nafsu mencemari dan menguasai hati. Tuhan meminta kita menjadi kudus dalam seluruh aspek hidup. Bukan hanya di gereja, melainkan juga di tempat kerja dan keluarga. Kata “kudus” berarti terpisah atau berbeda. Hidup kita harus dipisahkan, dikhususkan untuk memuliakan Tuhan. Berbeda dari cara hidup duniawi. Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan. Tuhan berfirman,”Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”(ayat 16).

Adakah “kotoran” yang masih menempel di hati Anda? Bentuknya bisa berupa dendam, amarah, nafsu yang merusak, iat jahat, atau kebiasaan dosa yang terus dipelihara. Kita harus sering membersihkan hati. Membuatnya tetap murni, agar Tuhan dapat terus memakai kita menjadi saluran berkat-Nya. Sayang, jika kita hanya menjadi gelas kristal kotor; indah namun tidak berguna. JTI

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: