ILMU PADI

Rabu, 30 April 2008

 

Bacaan Daniel 4:1-37

Ketika kompetisi Liga Jerman musim 2007-2008 bergulir, Luca Toni dan Miroslav Klose – dua pemain yang baru saja bergabung dengan Bayern Munich saat itu – menjadi bahan pemberitaan hangat. Bukan saja keterampilan mereka dalam mengolah bola melainkan juga perpaduan mereka bekerjasama dalam menciptakan gol demi gol. Karena prestasi mengagumkan itu, mereka dijuluki pasangan maut. Bahkan Omar Hitzfeld, sang pelatih,menyebut kedua pesepak bola itu sebagai “Hadiah dari Tuhan bai Munich”.

          Namun di tengah banjir pujian tesebut, Klose tetap rendah hati. Keberhasilan yang ia raih tidak membuatnya menepuk dada. “Yang terbaik adalah tidak terlalu banyak membicarakan bagaimana baiknya kondisi saya dan Toni saat ini. Justru yang harus dikritisi dari kami adalah, kami belum memanfaatkan semua peluang yang kami miliki.” Begitu tanggapan Klose terhadap semua pujian itu.

          Lawan rendah hati adalah tinggi hati atau sombong. Jika rendah hati merupakan awal kehormatan maka tinggi hati merupakan awal kehancuran. Kisah Raja Nebukadnezar menjadi cermin dan mengingatkan kita bahwa Allah tidak berkenan kepada orang yang congkak. Sehebat apapun prestasi yang kita capai, prestasi itu pasti akan berkurang nilainya ketika kita menjadi sombong karenanya. Kesombongan tidak menaikkan derajat kita di mata orang lain, sebaliknya malah akan merendahkan diri kita sendiri. Seperti dikatakan oleh penulis Amsal,”Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.” (Amsal 29:23). Jadi, betapa indahnya bila kita mempelajari dan menjalankan “ilmu padi”, semakin berisi, semakin merundukklah ia. AYA

 

Dikutip dari renungan harian Gereja Bethany.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: