Bukan Janji Kosong

Jumat, 2 Mei 2008

Bacaan : Kisah 1:6-11

 

Menjelang pemilihan umum, para juru kampanye beramai-ramai memaparkan janji politik calon pejabat yang diusungnya. Namun, setelah terpilih, tidak sedikit pejabat yang ingkar. Alih-alih bekerja keras untuk mewujudkan janji kampanye, mereka malah menyalahgunakan kekuasaan untuk memuaskan ambisi pribasi.

Berbeda dengan Yesus, kenaikan-Nya ke Surga membuktijan bahwa Dia menepati janji. Jika Yesus tidak bangkit dari kematian, murid-murid punya alasan kuat untuk terus bersedih dan ketakutan setelah Guru mereka meninggal. Jika Yesus bangkit namun kelak meninggal lagi, seperti Lazarua atau anak janda dari Nain, berarti Yesus hanya menunjukkan mujizat ekstra. Namun, kenyataannya, setelah bangkit Yesus naik ke surga disaksikan para murid-Nya (ayat 9). Dengan demikian murid-murid tanpa ragu lagi mengetahui bahwa Dia sungguh-sungguh Allah yang hidup (ayat 11).

Lalu, apabila Dia telah naik ke surga dan membuktikan bahwa Dia tidak sekadar mengobral janji, bagaimana sepatutnya kita menanggapi firman-Nya? Para malaikat yang mengatakan bahwa Yesus akan datang kembali, mengingatkan para murid untuk tidak hanya diam menatap langit (ayat 10,11). Sebaliknya, mereka harus senantiasa siap sedia menyambut kedatangan-Nya dengan bertekun memberitakan Injil dalam perkataan dan tindakan kasih yang nyata, supaya orang lain ikut mengalami janji Kerajaan Allah. Panggilan kita, sebagai orang percaya, adalah turut mengambil bagian dalam kelompok murid yang terus menerus bekerja, sampai Dia datang kembali. ARS

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: