Bagaimana menjadi pasangan yang baik (1)

Bagaimana menjadi pasangan yang baik?

1. Realistislah satu sama lain

Jangan ubah pasanganmu menjadi seseorang yang bukan dirinya. Hadapilah bahwa tidak ada orang yang sama di dunia ini. Berikan pasanganmu waktu dan mengertilah bahwa penampilan fisik tidak akan berubah dalam waktu semalam. Cintailah satu sama lain, seperti apa adanya kalian.

 

2. Bicarakanlah segala sesuatu

Ini mungkin bukanlah waktu favoritmu, tetapi ketahuilah bahwa hal ini berhasil. Jangan berasumsi tentang perasaan kalian. Belajarlah mengekspresikan perasaanmu lebih baik sehingga pasanganmu mengerti pada saat engkau marah atau terluka atau bahkan ketika bahagia. Ketika engkau berhenti berbicara dari hati ke hati, itulah awal dari berakhirnya hal tersebut.

(Fil 2:1-4).

2:1. Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

 

3. Lakukan aktivitas bersama

Lakukanlah sebuah usaha untuk melakukan aktivitas bersama. Lakukan olahraga atau hal-hal yang kalian lakukan bersama, sesuatu yang kalian nikmati atau tertarik untuk melakukannya. Hal-hal sederhana seperti menonton film bersama, atau berjalan bergandengan tangan di jalan raya, menonton sepak bola bersama di TV, dll. Jika kamu menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman-temanmu, daripada dengan pasanganmu, tandanya engkau perlu menarik diri

(Efesus 4:2-4)

4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

 

4. Jagalah keseimbangan

Harus seimbang di dalam memberi dan menerima di dalam sebuah hubungan. Jagalah keseimbangan tersebut.

 

5. Perlihatkanlah cintamu

Belikan bunga atau parfum atau coklat mulai sekarang dan seterusnya, bahkan ketika engkau talah bersama-sama selama 5 tahun. Merupakan hal yang sangat indah, jika kita dapat memperlihatkan perhatian yang terus menerus kepada seseorang. Masaklah untuk dia sebuah hidangan yang special, buatkan dia kartu valentine. Rajut kaos kaki mini (sebagai pajangan), belikan dia sepaket susu untuk makan pagi atau sepaket baju buat dia, sehingga dia sadar bahwa engkau juga dapat menjadi romantis dan mencintai ketika sudah bersama-sama sekian lama.

(Ams 17:17; Kol 4:6)

17:17. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

 

4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

 

Sebelum kamu mengeluh

SEBELUM KAMU MENGELUH

 

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang rasa makananmu.

Pikirkanlah tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

 

Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa.

Pikirkanlah tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

 

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk.

Pikirkanlah tentang seseorang yang berada pada tingkatan yang terburuk di dalam di dalam hidupnya.

 

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri Anda.

Pikirkanlah tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

 

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu.

Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

 

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu.

Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

 

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya.

Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

 

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir.

Pikirkan tentang seseorang yang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

 

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu.

Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda.

 

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,

Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…

 

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan.

Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.